Wtahq.com – Penangkapan yang dilakukan terhadap satu anggota keluarga yang bertempat tinggal di Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta membuat warga sekitar lokasi menjadi geger. Para warga masih bertanya-tanya mengapa poilisi melakukan penangkapan tersebut.

Para petugas kepolisian melakukan penangkapan pada hari Rabu (11/7) pagi. Pada saat pertama kali polisi mendatangi rumah yang disewa oleh pasangan suami istri SFH (45) dan SS (42), polisi juga mengangkut barang-barang yang ada di dalam rumah termasuk kendaraan milik mereka.

Hingga saat ini masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab satu keluarga tersebut ditangkap oleh pihak kepolisian. Seorang mahasiswa yang tinggal di sebelah rumah SFH, Ridwan Dwi Utomo (22) menyebutkan, polisi bersebo datang pada sekitar 10.00 WIB. Selain masuk ke dalam rumah, sejumlah polisi juga berjaga di gang masuk dan lokasi sekitar.

“Polisi datang baju bebas tapi (pakai) topeng (sebo). Barang-barang motor, mobil, terus barang-barang (dari dalam rumah) di bungkus,” bebernya.

Saat menenonton penggeledahan, Ridwan mengaku juga sempat ditegur. Polisi meminta, orang yang tidak berkepentingan kembali masuk rumah atau menjauh dari lokasi kejadian.

“Banyak (polisi) yang masuk. Kalau katanya yang senjata lengkap di depan, (polisi) yang masuk cuma pakai tutup mata,” jelasnya.

Ridwan juga sempat menuturkan jika SFH dan juga keluarganya tinggal bersama dengan tiga orang anaknya. Dalam kesehariannya, menurut Ridwan, SFH sering salat berjemaah di musala terdekat. Meski begitu, ia tidak terlalu mengenal jauh SFH lantaran Ridwan baru satu minggu tinggal di kontrakan tersebut.

“Anaknya sering main itu ada yang masih TK, dan dua bayi,” jelasnya.

“Kalau SFH saya tidak tahu (keberadaan saat penggeledahan). Saya tahunya yang di rumah istri dan anaknya,” pungkasnya.

Di sisi lain, Imah (40) pemilik kontrakan menjelaskan, tidak mengetahui penggeledahan tersebut lantaran tengah berdagang di pasar. Ia menyebut SFH dan keluarga belum lama tinggal di rumah kontrakannya.

“Setahu saya sebelum lebaran baru pindah ke sini. Itu sama suami saya (ngontraknya). Sehari-hari dia (SFH) ya menggunakan bahasa Jawa,” bebernya.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Polda DIY terkait penggeledahan tersebut. “Belum, saya belum ketemu dengan Direskrim. Saya baru rapat saat ini,” ujar Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto.

Namun informasi yang beredar, kabarnya penangkapan satu keluarga ini terkait dugaan kasus terorisme. Garis polisi tampak mengitari rumah kontrakan tersebut. Rumah tersebut pun tampak kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *