Wtahq.com – Sebuah insiden yakni aksi saling melempar batu yang pelakunya masih dalam satu perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terjadi pada sore hari kemarin. Insiden saling lempar batu tersebut berlangsung di padepokan pusat Kota Madiun pada Selasa petang (15/5/2018).

Aksi tersebut terjadi bermula lantaran kubu PSHT dari Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun tidak diijinkan untuk bisa masuk ke dalam lingkungan padepokan. Larangan tersebut dilatar belakangi dengan penilaian nantinya akan mengganggu suasana pelantikan ketua umum PSHT Pusat Madiun.

“Untuk sementara itu pedoman kita karena masih ada gugatan soal kepengurusan perguruan maka kita belum perbolehkan masuk. Kalau gugatan masih berjalan kita ikuti proses untuk pengamanan,” jelas Kapolres Madiun AKBP Nasrun Pasaribu, Rabu (16/5/2018).

Lantaran proses gugatan kepengurusan PSHT belum berakhir, maka juga tidak ada penguatan hukum yang mengikat.

Beruntungnya para massa yang sempat bertahan ingin masuk akhirnya bubar setelah 550 personil gabungan Polri TNI dan Satpol PP dikerahkan.

“Alhamdulillah massa sudah kita bubarkan pukul 19.00 WIB dan tidak ada yang luka akibat lemparan batu tersebut. Kita libatkan 550 personil baik dari Madiun juga dibantu dari Ngawi,” terangnya.

Acara pelantikan Ketua Umum PSHT Pusat Madiun yang baru yaitu Moerjoko dihadiri ratusan anggota PSHT dari berbagai daerah di Jawa Timur semisal Surabaya, Sidoarjo dan daerah lain di Jawa Timur.

Acara berlangsung dengan pengamanan ketat, terutama di pintu gerbang utama dan pintu samping padepokan di Jalan Merak Kota Madiun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *