Wtahq.com – Petugas kepolisian sempat mengeluarkan sebuah tembakan ketika salah satu tersangka yang diketahui berinisial ME (35) hendak melarikan diri. Pelaku pada saat ini dikawal oleh tujuh orang petugas kejaksaan dan juga dari kepolisian.

Namun meskipun petugas sudah melepaskan sebuah tembakan, pelaku tetap saja berusaha kabur dengan melompat dari tembok yang memiliki ketinggian enam meter. Terdakwa yang melarikan diri tersebut merupakan tersangka kasus narkotika.

Kasi Pidum, Kejari Cibadak, Yeriza Aditya membenarkan hal itu. Satu kali tembakan ke arah udara disebut Yeri sempat dilakukan polisi. “Ada dua petugas pengawalan dari kepolisian, satu orang saat itu meletuskan peluru hampa sebagai peringatan,” kata Yeriza, Rabu (28/2/2018).

Pelaku saat ini memang berstatus sebagai tahanan kejaksaan, dia telah mendapat tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cibadak selama 13 tahun atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 14 gram.

Proses pencarian sendiri dilakukan aparat kejaksaan sejak sore kemarin hingga pagi tadi atau sekitar pukul 06.00 WIB. “Pencarian kita lakukan sampai pukul 06.00 WIB pagi, kita masih terus melakukan pengejaran dengan melibatkan lebih banyak anggota gabungan,” lanjutnya.

Tidak hanya petugas dari kejaksaan saja, kepolisian hingga karang taruna di sekitar PN Cibadak juga terlibat. Sejumlah titik disisir termasuk alur sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari tempat ME kabur.

Dari tepian sungai, kejaksaan menemukan pakaian koko berwarna putih milik terdakwa. Di bagian lengan terdapat banyak noda darah diduga milik pelaku yang luka akibat melepas borgol dan terkena kawat duri yang terpasang di tembok halaman belakang PN Cibadak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *