Wtahq.com – Kasus yang menyeret salah satu tempat hiburan malam dan juga karaoke yang bernama ‘Kimura’ di Madiun masih dalam proses penyeleidikkan oleh pihak kepolisian Madiun. Dengan adanya dugaan praktik prostitusi yang dilakukan oleh para pemandu lagu yang ada di karaoke tersebut, pihak dari pengelola akhirnya angkat bicara.

Adanya layanan plus-plus ditempat hiburan malam di Madiun tersebut dituturkan jika tidak pernah terjadi. Pihaknya menuturkan jika pemandu lagu hanya bekerja untuk mendampingi para tamu yang datang dan ada larangan untuk melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

“Tidak dibenarkan seorang pemandu lagu berbuat seperti itu di tempat karaoke,” jelas Public Relation Karaoke Kimura yang mengaku bernama Ayu Kamis (25/1/2018) malam.

Namun sayangnya, Ayu tidak mau berkomentar terlalu banyak dengan persoalan yang dilakukannya penggerebekan oleh tim dari Polda Jatim. Pada saat berlangsungnya penggerebekan tersebut, petugas mendapati ada dua tamu yang sedang melakukan hubungan terlarang dengan dua pemandu lagu di salah satu ruangan yang ada ditempat tersebut.

“Saya tidak tahu, nanti ke pimpinan saya saja. Saya ndak berani komentar banyak, gitu aja ya besok siang coba ke sini. Inipun juga belum pulang semua masih di Polda,” tuturnya.

Ayu mengaku jika pemandu lagu yang melakukan layanan plus tersebut masih termasuk pemandu lagu yang belum lama bekerja di Karaoke Kimura. “Infonya itu anak baru tapi berapa lamanya saya ndak paham,” pungkasnya.

Polda Jatim masih memeriksa dua tamu asal Kediri yang berbuat mesum, pemandu lagu serta manajemen. Demikian barang bukti berupa kondom hingga HP turut diamankan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *