Wtahq.com – Seorang pria yang merupakan salah satu karyawan dari Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bangun Jaya Semarang harus rela kehilangan nyawanya ketiga menjalankan tugasnya sebagai karyawan. Pria tersebut bernama Nanda Asta Surya Husada (26) sempat dilarikan ke RSUD Ambarawa setelah kejadian terjadi.

Namun sayang sekali nyawanya tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia pada Senin (20/11) malam.

“Korban Asta ini dalam kondisi terluka dan berdarah tergeletak di lantai kali pertama yang mengetahui istri Pak Poniman (Sabtu, 18/11),” Kepala Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Sri Anggoro Siswaji, Selasa (21/11/2017)

Kronologi kejadian berawal dari Asta mendatangi kontrakan Poniman (45), di Banyubiru, Kabupaten Semarang Sabtu (18/11) sore. Pada saat itu korban mendatangi rumah kontrakan Poniman yang berada di Dusun Krajan RT 06/RW 01, Banyubiru, untuk menagih utang.

Diduga saat menagih utang terjadi cekcok antara keduanya hingga terjadi penganiayaan. Asta dalam kondisi berdarah tergeletak di lantai rumah kontrakan Poniman. Saat itu, Poniman langsung melarikan diri. Istri Poniman, kemudian melaporkan kepada Ketua RT.

“Pak RT terus menyampaikan kepada saya,” katanya. Ketika itu, kata Anggoro, laporan diteruskan menuju Polsek Banyubiru dan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dibawa menuju RSUD Ambarawa.

“Minggu pagi, kami memperoleh informasi Pak Poniman telah menyerahkan diri di Polsek Selogiri, Polres Wonogiri. Di sini Pak Poniman hanya kontrak,” ujarnya.

Pihak dari keluarga korban telah mengetahui jika korban terluka lantaran dianiaya oleh konsumennya. Kemudian pada Senin (20/11), sekitar pukul 19.30 WIB, Asta meninggal dunia. Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana mengatakan, setelah pelaku menyerahkan diri di Polsek Selogiri.

“Kami langsung perintahkan Resmob untuk mengambil pelaku dan barang bukti sepeda motor Honda Revo (di Polsek Selogiri),” kata Yusi.

Saat ini pelaku ditahan di Polres Semarang. Motif penganiayaan ini, kata Yusi, yakni Poniman tersinggung saat ditagih utangnya. Poniman kemudian mengambil alu (penumbuk padi) dari ruang belakang dan dipukulkan kepada Asta.

“Korban yang dipukul pakai alu ini terluka. Perbuatan pelaku dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP,” katanya. Jenazah korban, katanya, Senin (20/11), malam, telah dibawa pulang keluarganya menuju Pati.

“Kami sudah serahkan jenazahnya kepada keluarga korban,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *