Wtahq.com – Salah satu petugas Dinas Pemadam kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) yang bertugas di Kota Bandung akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelumnya, petugas yang bernama Imam Topik Hidayat (33) dirawat dalam beberapa hari di RS.

Imam merupakan salah satu korban ambruknya tembok pabrik kain yang beberapa hari lalu terbakar. Korban yang lainnya yakni Trisna Supriatna (35) yang sudah lebih dulu meninggal pada saat menuju ke rumah sakit setelah memerangi kobaran api yang membakar pabrik kain tersebut.

Kepala DPKPB Kota Bandung Ferdi Ligaswara menuturkan Imam menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jumat (15/9/2017) sekitar pukul 05.10 WIB.

“Saudara kita (Imam) gugur setelah beberapa hari kritis. Almarhum mengalami pendarahan di kepala, luka di paru-paru dan patah kaki,” kata Ferdi usai upacara pelepasan di kantor DPKPB, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, (15/9/2017).

Kepergian dua anggota lapangan ini menyisakan luka mendalam untuk DPKPB. Pasalnya, Tresna dan Imam merupakan sosok yang luar biasa dan heroik di mata rekan-rekannya di lapangan.

“Kalau di lingkungan terdekat mereka merupakan sosok pejuang sederhana. Mereka selalu mensupport rekan-rekannya selama bertugas,” jelas dia.

Ia menilai kejadian yang anak buahnya itu murni musibah. Pasalnya, sambung dia, Imam sudah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) di lapangan.”Semua tentu ambil hikmahnya dalam tugas apapun takdir tidak bisa dihindarkan,” ungkap dia.

Dia mengatakan pihak pabrik memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Termasuk DPKPB bersama Pemkot Bandung juga bakal membantu pembiayaan sekolah anak semata wayang Imam.

“Insya Allah saya akan jadi bapak angkat anak semata wayang Imam,” janji Ferdi.

Imam meninggalkan istri dan seorang putri. Pekerja Harian Lepas (PHL) di DPKPB Kota Bandung ini bekerja sebagai driver. Jenazah Imam akan dikebumikan di tempat tinggalnya Kota Cimahi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *