Wtahq.com – Perselisihan yang terjadi antara ojek pangkalan Manisi Cibiru dan ojek online akhirnya terselesaikan juga. Perselisihan yang terjadi sejak tahun 2015 tersebut terjadi karena adanya rasa iri. Namun saat ini kedua belah pihak sudah melakukan perdamaian.

Perdamaian antara kedua belah pihak tersebut telah melakukan kesepakatan klausul. Humas Pengemudi Online Satu Komando (Posko) Jabar Agi Ginanjar mengatakan perdamaian ini sengaja dilakukan untuk menjaga kondusifitas di Kota Bandung. Sehingga tidak lagi terjadi konflik antar kedua pihak.

“Kalau inisiatif lebih kepada semua menjadi kondusif, hanya memang salah satu misi kita win win solution,” kata Agi di pangkalan ojek Manisi, Cibiru, Kota Bandung, Minggu (24/9/2017).

Dia juga menjelaskan perdamaian tersebut sudah melaati beberapa kesepakatan seperti batas wilayah operasional. Ojek berbasis aplikasi ini hanya boleh mengangkut penumpang sampai di pangkalan.

“Akhirnya ditentukan kita ada beberapa poin kesepakatan seperti ada titik drop off dan pick up penumpang. Tapi ada toleransi di beberapa poin misalkan kita mengantarkan penumpang bawa barang banyak, ada yang sakit, atau kondisi hujan,” kata dia.

Menurutnya poin-poin kesepakatan ini sebagai bentuk aturan bagi driver online agar menghormati wilayah operasional ojek pangkalan. Sehingga, sambung dia, tidak lagi terjadi perselisihan di kemudian hari.

“Ini salah satu bentuk dari inisiatif Posko Jabar bagaimana caranya mereka tidak terganggu tapi kita juga tidak menjadi arogan dan tenang sebagai driver online ke manapun arahnya kita punya etika,” ungkap dia.

Ia menuturkan nantinya akan ada pemasangan spanduk di pangkalan ojek Manisi, Cibiru. Hal ini dilakukan sebagai pengingat untuk driver online perihal kesepakatan atau aturan kedua pihak. “Pemasangan spanduk ini supaya driver online juga tahu kalau sudah ada aturan ini,” ujar Agi.

Perwakilan ojek pangkalan Manisi, Tatang Sutisna (50) mengatakan perdamaian ini dilakukan untuk mewujudkan kondusifitas di Kota Bandung. Pihaknya tidak ingin kedua pihak saling merugikan lagi.

“Intinya kejadian beberapa waktu lalu kami ambil hikmahnya. Sekarang kami ingin menciptakan Bandung yang kondusif dengan beberapa aturan yang disepakati. Tidak ingin lagi saling merugikan,” kata Tatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis 22 Oktober 2015, Go-jek vs ojek pangkalan (Opang) di kawasan Bunderan Cibiru Kota Bandung ribut. Dua sopir gojek di terluka dan dilarikan ke RSUD Ujungberung. Keributan dipicu karena sopir gojek mengambil penumpang di daerah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *