Wtahq.com – Sebanyak 11 orang pelaku yang diduga melakukan tindak pencurian sepeda motor (curanmor) sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian jajaran Polres Demak dalam Operasi Jaran Candi 2017. Selain mengamankan kesebelas pelaku, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni berupa sepeda motor yang pelaku curi.

Semua pelaku belum keseluruhan diamankan, tiga pelaku lainnya saat ini masih berstatus buron. Kapolres Demak, AKBP Sonny Irawan, menuturkan Operasi Jaran Candi dilaksanakan selama 20 hari sejak 27 Juli-15 Agustus 2017. Dari operasi itu, 11 pelaku ranmor berhasil ditangkap, 3 pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“3 pelaku yang masih dalam pengejaran yakni SN, SM dan BP. Dua warga Demak dan satunya warga Kudus,” ujarnya saat gelar perkara di Mapolres Demak, Senin (21/8/2017).

Para tersangka diamankan beserta barang buktinya. Diantaranya barang bukti yang berhasil diamankan yakni sebanyak 6 unit motor curian, dua STNK, dan juga ada satu buah handphone.

“Para pelaku rata-rata menggunakan kunci palsu dan kunci letter T dalam menjalankan aksinya. Mereka terancam pasal 365 dan 363 KUHP dengan ancaman lebih dari lima tahun penjara,” tegas dia.

Kesebelas pelaku adalah Sutrisno Waluyo Slamet (22 tahun, warga Tegowanu, Grobogan), Muhammad Afifuddin (17, warga Bonang, Demak), Supelta Hendhy Saputra (48, warga Demak Kota), Murtadho (35, warga Guntur, Demak), Abdul Manan (27, warga Guntur, Demak), Muhammad Wahyudi (18, warga Guntur, Demak).

Dimas Hadi Saputra (16, warga Mranggen, Demak). Muhammad Roely Pratama (17, warga Mranggen, Demak), Lutfil Hakim (19, warga Mranggen, Demak), Syarifudin (45, warga Mranggen, Demak), dan Maikel Umar Al Faruq (21, warga Mranggen, Demak). Abdul Manan, seorang pelaku yang ditangkap, mengaku mencuri sepeda motor untuk dijual kembali.

“Saya jual lagi, uangnya dibuat keperluan hidup dan main-main. Satu sepeda motor curian harga jualnya Rp 1 juta sampai Rp 3 juta,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *